IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

Penggalan kisah pelayanan publik dari Melbourne

leave a comment »


Pelajaran tentang kesabaran dan pelayanan publik yang prima bisa didapat dari berbagai sumber. Ini adalah penggalan kisah dari seorang mahasiswa Indonesia di Melbourne ketika mengurus perpanjangan paspor. Pengalaman ini menjadi pendorong bahwa upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima merupakan suatu proses yang membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Berikut kisahnya:

===

Hari ini ad pengalaman berharga yg ingin saya bagi dan mungkin bisa d ambil pelajaran buat kita semua, baik yg sedang kuliah, kerja dsb. terkait perpanjangan passport.

Bagi saya pribadi konjen RI adalah rumah kedua terutama untuk mencari solusi atas permasalahan passport visa dsb. Pertama kali datang d pertemuan dengan tmn2 summer, saya dpt bnyk info berharga dari teman teman konjen. Sy juga kadang2 sholat d konjen, berwudhu di toilet yg bersih dan bersujud d sajadahny yang apik.

Saya menerima receipt untuk mengambil passport yg diperpanjang tanggal 6 sept ini. Kurang lebih 1 minggu prosesnya. Persis seperti y[an]g d[i]sampaikan mas adit pegawai konjen y[an]g saya tanyakan beberapa waktu lalu.

Saya dapat no urut 79. Sayangnya, pada saat datang, seorng perempuan sedang terlibat debat, nada suara yg tidak bersahabat, dengan front office d[i] konjen, sepertiny ada masalah dengan passport y[an]g sedang d[i]buat. Kasihan juga melihat front office y[an]g d[i]marahin, dan kasihan juga dengan perempuan t[er]s[e]b[ut] karena masalah y[an]g d[i]hadapinya.

Di samping saya, ada beberapa ibu yg sdg antri untuk ambil passport. Salah satu ibu terlihat agak kesal karena sdh menunggu 1 jam lebih untuk mengambil passportnya. No antrinya sdh d panggil, dan dia di minta untuk menunggu. Kami berdiskusi sembari menunggu perpanjangan passport, dia cerita klo dia sdh lama menunggu, dan sdh melewati 1 minggu yg lalu untuk applied.

Pada saat no antri saya dsebut, saya bertemu dengan front office dan menanyakan ttg passport tsb. Anak muda itu pun meminta saya menunggu. Sy tunggu dan berharap smg tidak terjadi apa apa. Setelah menunggu kurang lebih 30menit, saya d beritahu klo passport sy tidak d temukan. Hmmmm???!!

Saya tahan rasa kesal dan marah ini, karena itu bukan solusi. Sy tanyakan, knp bisa begitu? Anak muda tsb bilang karena yg bertugas memperpanjang passport sy sdg tugas keluar dan d telpon tidak d angkat.

Sy lanjut bertanya, lalu solusiny bagaimana? Mhn maaf mas, mas nanti bs balik lagi k sini? Hmmm…Saya balik nanya, mas udah lama kerja d konjen? Belum mas, sy masih intership, jawab anak tsb. Hmmm..dia masih baru, sy rasa tdk pantas memarahi org yg memang tidak mengerti.

Skrg begini, sy agak susah klo mesti k sini lagi, ujar saya. Gmn klo di kirim k rmh sy sj or kampus. Dia balik lagi ke dalam, bertanya k atasan or tmnnya yg lain. Dia bilang, bisa mas. Baguslah klo begitu, balas sy.

Anak ini bilang lagi, maaf mas harus ad amplop dari mas, kita d sini tdk menyediakan? Hmmmn..saya balik bertanya, di receipt yg sy terima, hari ini saya bisa ambil pasport sy. Skr passport tdk ketemu, untuk bs dkirim k alamat saya, sy mesti menyediakan amplop lagi? Wah, sy tahan lagi amarah ini. Bnyk alasan yg bs sy ciptakan untuk menahan marah ini. Oo, dia masih baru, masih intership. Toh dia juga menyampaikan apa yg dia dapat dari dalam. Ini bukan solusi, marah tidak pada tmptny.

Dia balik lg k dalam bertanya ttg amplop. Kembali ketemu saya dan bilang amplop bs dari sini. Baguslah. Keputusannya, passport sy akan dikirim k tempat tinggal saya.

Karena sdh waktu ashar, sy sholat d ruanganya yg luas. Ketemu dengan beberapa pegawai konjen yg sedang main tenis meja. Selesai sholat sy ketemu dengan da aldi, slh satu pejabat konjen yg baru dtg dari indonesia. Sy pernah bertemu pas acara silaturahim dengan konjen. Sy sampaikan apa yg terjadi. Beliau juga kaget, dan merespon segera. Beliau minta saya nunggu sebentar, dan memang sebentar, karena beliau akan masuk menanyakan k dalam. Alhamdulillah tidak lama akhirnya passport tsb dapat.

Ternyata passportnya tertutup ama dokumen yg lain.Sy ucapkan terima kasih banyak buat da aldi. Beliau bahkan bermaksud memberikan no kontaknya klo klo perlu menghubungi beliau. Respon cepat. Sy jadi ingat pak DI, Jokowi, dll yg sy kenal, terkait respon cepat dan solutif buat warganya.

Teorinya kita semuanya menginginkan negara kita menjadi negara maju, bagus, dan hal hal positiv lainnya. Birokrasi bagus, urusan lancar dsb. Namun, praktiknya tdk semudah itu. Banyak hal hal yg harus di perbaiki. Banyak mentalitas2 buruk, nge-les sana sini, membuat buat alasan, yg mesti kita kalahkan. Dan itu tidak mudah tntunya. Boleh jadi feedback dari kita yg segera, tidak kita diamkan berlarut larut, berpositiv thinking yg tidak semestinya, dapat membantu meningkatkan sistem good governance d negara kita.

Kita bersyukur masih cukup bnyk pejabat yg mau mendengar dan memberi solusi yg cepat atas problem yg ada.

Mau tidak mau, suka tidak suka, Indonesia adalah negara kita. Boleh jadi, kritik yg membangun, feedback (+ -) dari kita turut membantu agar pemerintahan di negara kita makin hari makin bagus. Kerja yg berdsarkn sistem yg termanage dengan bagus. Klo d receipt dtuliskan passport jadinya kapan, maka kita sama sama komit untuk memenuhi janji apa yg telah di tuliskan tersebut. Sehingga akhirnya pemerintahan kita menuju keteraturan. Kata Profesor sy, pada dasarnya manusia itu cinta keteraturan, suka menolong, dan desain sistem yg mendukung keteraturan tsb. Mari kita komitmen, dan jalankan.

Mungkin apa yg saya dapatkan hari ini ada manfaatnya buat kita semua. Sy mhn maaf karena e-mailny panjang dan mengganggu kawan2 smua.

Salam,
Yogi Alwendra

*Urung untuk disunting

Written by Raksa Ibrahim

September 6, 2012 pada 12:39 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: