IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

FOTOGRAFER PAK DUBES

with one comment


Banyak orang beranggapan bahwa tugas seorang diplomat adalah berunding, berkencan dengan perempuan-perempuan cantik dan menghisap cerutu. Asik benar!

Coba tebak, apa tugas pertama saya sebagai diplomat di Kota M? Apakah saya mengikuti perundingan? Ya kegiatan pertama saya di Manila adalah mengikuti jalannya perundingan antara GRP-MNLF. Tapi apa tugas pertama saya?

Tugas pertama saya adalah menjadi juru foto pribadi Bapak Dubes dalam pertemuan itu. Pak Dubes meminta saya untuk mengabadikan kepemimpinannya dalam pertemuan itu dengan kamera di BlackBerry-nya. Biasa aja.

Di hari terakhir pertemuan, tiba2x melalui seorang senior saya dipanggil oleh Pak Wakil Dubes (DCM) untuk segera hadir ke ruang pertemuan. Bergegaslah saya untuk menghadap Pak DCM. Sesampainya saya di ruang rapat, Pak DCM memberitahukan bahwa Pak Dubes ingin dibantu untuk mengabadikan penutupan pertemuan GRP-MNLF yang juga dihadiri oleh pentolan MNLF, Nur Misuari.

Dengan menggunakan kamera di BlackBerry Pak Dubes, saya sigap mengabadikan keikutsertaan pimpinan dalam pertemuan ini.

Diminta pimpinan untuk memotret adalah hal biasa tapi dua kali berturut-turut perlu untuk kembali dipikirkan. Kemungkinan pertama, ini memang tugas bagi pemula. Kedua, setelah melihat kembali hasil jepretan saya, terlihatlah bahwa dalam foto tersebut Pak Dubes terlihat semakin luar biasa keren dan tampan.

Saya suka kemungkinan yang kedua karena sepertinya, saya memiliki kemampuan untuk menjadikan subjek foto yang tampan menjadi semakin tampan dan yang kurang tampan menjadi lumayan tampan.
***

Satu hal, saya tidak merasa nista atau tidak berguna karena diminta memotret. Alhamdulilah, masih dipercaya untuk memotret.

Saya percaya untuk menjadi besar harus dapat dipercaya melakukan hal kecil. Sebagaimana yang dialami Hideyoshi Toyotomi sebelum menjadi penguasa yang menyatukan Jepang adalah seorang pembawa sandal untuk Panglima Perang.

Written by Raksa Ibrahim

Juni 9, 2011 pada 9:59 am

Ditulis dalam Uncategorized

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Karena juru fotonya sudah ditahbiskan sebagai Si Ganteng dari Timur, maka objek fotonya akan terkena radiasi cahaya kegantengan… Hahahahah..

    Btw gue suka kata2 lo “Saya percaya untuk menjadi besar harus dapat dipercaya melakukan hal kecil. Sebagaimana yang dialami Hideyoshi Toyotomi sebelum menjadi penguasa yang menyatukan Jepang adalah seorang pembawa sandal untuk Panglima Perang”….. Mantaaabh.

    Makki Prajurit Kemlu

    Desember 22, 2011 at 7:05 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: