IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

PIPIS SEMBARANGAN

leave a comment »


Kencing atau pipis alias buang air kecil adalah bagian dari kebutuhan umum manusia. Pipis juga bertujuan untuk mengeluarkan zat tidak berguna dari tubuh dan memberikan kita kenikmatan seksual. Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia terutama di kota besar tidak menyalurkan pipisnya di tempat yang sesuai. Fenomena pipis sembarangan telah berlangsung lama dan menjadi permasalahan di kota-kota besar.

Masyarakat (kita) terdesak untuk pipis di balik pohon, tembok, rerumputan dan di belakang pintu mobil yang dibuka. Siapa dari kita yang belum pernah pipis sembarangan? Tentara, polisi, sopir, tukang sayur, pedagang kali lima, dosen, pelajar, selebritis, diplomat (mungkin), jaksa, hakim, koruptor, wartawan, dll. Hampir semua orang dengan berbagai profesi pernah pipis sembarangan.

Lalu, apa gerangan yang mendorong kita pipis sembarangan? Bisa jadi, kita salah mengira bahwa siraman sembarang pipis kita dapat mendinginkan bumi yang semakin panas. Mungkinkah pipis sembarangan tanpa disadari merupakan ajang pamer maskulinitas lelaki untuk menandakan ‘kekuasaannya.’ Atau pipis sembarangan adalah upaya untuk membangkitkan kembali wewangian pesing primitif  di tengah masyarakat.

Berdasarkan pengamatan sepintas terdapat tiga hal yang membuat pipis sembarangan terjadi. Pertama, kurang tersedianya sarana toilet yang layak bagi masyarakat. Pernahkah kita kelabakan ketika kebelet dan menyadari tidak ada toilet yang tersedia untuk menyalurkan hasrat tersebut.

Kedua, bergesernya fungsi toiltet sebagai fasilitas publik menjadi lahan komersial. Coba lihat di toilet umum sekitar kita tulisan: kencing Rp. 1000; berak Rp. 2000, like this lah. Ketiga, kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih mulai dari pipis pada tempatnya hingga menjaga kebersihan toilet umum menjadi faktor pendorong merebaknya fenomena pipis sembarangan.

Pipis merupakan masalah kecil namun cenderung menjadi besar karena merupakan hajat alamiah dari dan dilakukan banyak orang. Terlebih bila pipis dilaksanakan di sembarang tempat. Permasalahan kecil ini bila terus dibiarkan terjadi dapat semakin mengganggu. Karena, pipis sembarangan tidak hanya dapat menimbulkan penyakit tetapi juga bau yang ditimbulkan mengganggu kenyamanan hidup kita.

Oleh sebab itu Permerintah selayaknya memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang teknologi pengelolaan kotoran di tiap kecamatan. Dengan ini masyarakat dapat secara mandiri menyediakan dan merawat fasilitas umum bagi mereka dan masyarakat lain. Bila upaya ini dilakukan secara luas berarti besar bagi upaya pelestarian lingkungan dan pengentasan kemiskisan sebagaimana tertera dalam tujuan pembangunan millennium (MDGs).

Hal sederhana yang harus kita ingat adalah kebersihan adalah sebagian dari iman. Tingkatan awal dari iman adalah kepedulian dan kesadaran sebagai bagian dari masyarakat. Masyarakat yang berkomitmen menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama.

Written by Raksa Ibrahim

April 9, 2010 pada 3:44 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: