IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

PAKAIAN, TANDA DAN ETIKA BISNIS

leave a comment »


Pakaian adalah bagian dari kehidupan manusia. Busana turut memberikan sentuhan mutakhir dalam keseharian masyarakat di seluruh dunia. Puluhan kali pameran busana diselenggarakan, jutaan pakaiaan diproduksi dan miliaran dollar dihabiskan untuk belanja pakaian. Namun, pernahkah kita memikirkan bagaimana perjalanan dan ekspresi suatu pakaian hingga dapat melekat di tubuh kita?

Tulisan ini adalah review terhadap artikel berjudul “Penggunaan Mode dalam Memerangi Buruh Anak” yang ditulis oleh Paddy Maguire. Review dilakukan dengan melihat etika dalam berbisnis serta pakaian sebagai tanda. Suatu usaha untuk mendukung penghapusan eksploitasi anak dalam industri.

Pakaian adalah sebuah tanda yang berarti ia mengekspresikan berbagai hal. Ia dapat mengekspresikan status sosial, ideologi, eksploitasi, fanatisme dan kemunafikan. Pakaian secara bisu menyuarakan dan menunjukkan banyak hal di dalam kehidupan sosial.

Di dalam artikel yang di-review pakaian sebagai sebuah tanda ditempatkan di dalam tanda lain yaitu Toko Child Labour Free (CLF) di pinggiran ibu kota negara maju, Amsterdam. Tanda-tanda yang berhubungan ini menggeliatkan masalah sosial yaitu eksploitasi anak sebagai buruh.

Pakaian yang terdapat dan dijual di Toko CLF, Amstelveen menunjukkan status sosial dari calon pembeli di toko itu. Calon pembeli adalah mereka dengan uang yang berlimpah atau berstatus ekonomi kelas menengah ke atas. Ideologi dari pakaian di toko tersebut adalah kapitalisme.

Secara bersamaan, pakaian tersebut juga menunjukkan eksploitasi citra pekerja anak untuk mendapatkan untung dalam pemasaran. Pakaian di CLF alih-alih menyadarkan masyarakat sebaliknya, ia akan mendorong tren berbelanja berdasarkan iming-iming label bebas buruh anak. Pakaian akan kehilangan fungsi dan menghasilkan fanatisme semu dalam menentukan busana.

CLF dan pakaian yang pembuatannya tanpa melibatkan anak-anak dapat dilihat sebagai bentuk lain dalam pemasaran untuk mendapatkan untung. Keuntungan yang diperoleh dari pencitraan positif CLF. Pencitraan positif yang akan meningkatkan penjualan dan mendorong masyarakat berpenghasilan menengah ke atas untuk berbelanja pakaian di CLF.

Penghapusan buruh anak dalam produksi sebuah pakaian adalah tugas berat. Proses pembuatan satu pakaiaan melibatkan proses yang berliku. Untuk memastikan tidak adanya anak-anak yang terlibat dalam produksi pakaiaan berarti seseorang harus mengawasi proses pembuatannya dari awal. Mulai dari penanaman biji kapas, pemintalan benang, pemasangan detail hingga pengepakan pakaian.

Bagaimanapun, kehadiran CLF juga dapat dilihat secara positif. Selain bersikap kritis kita juga perlu untuk berpikir positif. Positif dalam artian CLF secara etika memikirkan konsekuensi dari cara mereka mensukseskan kepentingannya. Konseskuensi dari tindakan yang menyadari bahwa bisnis yang CLF lakukan akan mendukung kehidupan anak-anak di negara berkembang ke arah yang lebih baik.

CLF yang mengedepankan etika berbisnis yang baik patut diapresiasi. Dengan semakin ketatnya persaingan, masih ada toko yang memikirkan konsekuensi dari bisnis yang dilakukannya sangatlah mengagumkan. Etika dari CLF merupakan dukungan bagi kehidupan yang lebih baik.

Dengan melihat pakaian sebagai tanda dan etika berbisnis CLF memperlihatkan kerumitan masalah buruh anak. Masalah yang tidak akan selesai hanya dengan membuka toko pakaian bebas buruh anak. Etika bisnis yang baik memberikan konsekuensi harapan yang baik pula.

Oleh sebab itu, penggunaan mode/tren untuk memerangi buruh anak adalah keliru. Etika berbinislah yang dapat memberikan sedikit kebebasan bagi anak-anak untuk berkreasi dan tersenyum. Semoga akan tiba waktunya dimana anak-anak dapat berkreasi dan tersenyum tanpa penguasaan dan eksploitasi.

Written by Raksa Ibrahim

Februari 28, 2010 pada 4:10 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: