IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

SANG PERINTIS PERADABAN

leave a comment »


 Tulang Punggung kehidupan Bangsa

Tulang Punggung kehidupan Bangsa

Petani adalah salah satu entitas yang sangat penting dalam pembentukan suatu peradaban. Keberadaan mereka sangat erat dengan berbagai peradaban yang pernah muncul di bumi. Peradaban Mesopotamia, Sumeria, Mojehandaro-Harapa, Yunani, China, dan Majapahit menyandarkan kemajuan mereka di bidang pertanian. Petani telah menjadi aktor aktual dalam berbagai peristiwa yang mengisi relung sejarah peradaban manusia. Peradaban telah datang dan pergi namun petani tetap berdiri menemani berbagai perubahan di bumi ini. Apakah kita menyadari hal ini?

Tulisan ini merupakan suatu usaha untuk mengambarkan secara singkat mengenai jasa petani dalam kehidupan. Penulis berpendapat jasa terbesar dari petani adalah fungsinya dalam merintis pembentukan suatu peradaban. Petani juga berperan sebagai penyambung perut dan pikiran masyarakat. Masyarakat sangat bergantung pada petani untuk terus mengembangkan peradabannya. Mereka menunggu pasokan persediaan pangan dari petani secara terus menerus untuk melanjutkan peradaban.

Peradaban-peradaban besar berawal dari ditemukannya kemampuan dan pengetahuan manusia untuk bertani. Manusia merubah cara serta gaya untuk bertahan hidup dari berpindah-pindah menjadi menetap dan menanam. Lalu secara perlahan manusia mulai menetapkan landasan untuk menata kumpulan manusia di dalam suatu aturan dan stratifikasi sosial kehidupan bermasyarakat. Manusia-manusia yang pertama kali melakukan cocok tanam merupakan pemicu keberadaan peradaban sekaligus peletak pola hubungan sosial saat ini. Mereka merupakan cikal-bakal dari suatu gagasan yang disebut dengan petani.

Petani adalah perintis peradaban yang merelakan diri untuk mendedikasikan hidupnya demi keberlangsungan hidup masyarakat dari generasi ke generasi. Petani sebagai perintis suatu peradaban memiliki kesempatan yang besar untuk memperoleh kekuasaan tetapi mereka lebih memilih cara hidup yang berbeda. Mereka memilih untuk melanjutkan proses penghidupan dengan mengolah lahan dan menyediakan bahan pangan bagi masyarakat. Petani terus mempertaruhkan hidup mereka untuk berkontribusi demi mempertahankan hidup masyarakat.

Perdagangan internasional merupakan salah satu kontribusi terbesar dari petani bagi peradaban. Petani tidak hanya menumbuhkan pangan bagi masyarakat dimana mereka tinggal tetapi juga berusaha menyediakannya bagi masyarakat di tempat lain. Usaha tersebut dilakukan dengan mengadakan interaksi dan pertukaran komoditas dalam jumlah yang besar dengan pihak asing. Perdagangan bebas (free trade) adalah perkembangan paling mutakhir di bidang perdagangan. Perdagangan bebas adalah mekanisme perdagangan yang meniadakan hambatan dan tarif dalam perdagangan internasional sebagai upaya untuk memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat di seluruh dunia. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan perdamaian antar bangsa dengan mengedepankan perdagangan dan saling ketergantungan yang meminimalisir terjadinya perang. Hal ini tidak akan pernah terwujud bila petani berhenti berkreasi dan berkorban untuk menghasilkan komoditas pangan berkualitas.

Lebih lanjut, petani adalah penyokong kekuatan dan kemajuan suatu negara. Negara merupakan simbolisasi proses kreatif dari sebuah peradaban. Negara membutuhkan petani untuk mempertahankan keberadaanya dan memastikan penerus-penerusnya di masa depan. Petani berperan besar dalam menyediakan pangan bagi suatu negara terutama demi memastikan kemampuanya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Bila suatu negara mampu menyediakan persediaan pangan yang cukup bagi rakyatnya, maka hal ini akan menunjukan kapabilitas pemerintah untuk menghidupi masyarakat secara mandiri dan berdaulat. Petani adalah aktor di belakang layar yang berjasa besar bagi keberadaan suatu negara.

Petani juga adalah salah satu pihak yang berjasa besar dalam pelestarian lingkungan jauh sebelum isu ini menjadi tren seperti saat ini. Petani melalu teknik bertani yang bergantung pada musim dan alam sekitar berusaha menyelaraskan kegiatan pertaniannya dengan lingkungan. Mereka menyadari pentingnya pelestarian lingkungan demi kelangsungan proses bercocok tanam. Penulis melihat hal ini secara langsung di Tabanan, Bali yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Mereka memiliki kepedulian yang besar dalam pelestarian lingkungan secara turun temurun. Hal ini terlihat dengan masih banyak terdapat pohon-pohon yang dilestarikan di lereng bukit dan berfungsi sebagai penyerap air sekaligus penghasil oksigen. Kontribusi kecil dari petani di Tabanan dalam melestarikan lingkungan merupakan usaha yang tidak pernah mengharapkan balas jasa dalam pelestarian alam.

Peradaban sebagai suatu proses kreatif yang memadukan ide dan materi dalam kehidupan manusia memerlukan terobosan serta pengorbanan. Petani termasuk ke dalam kelompok yang senantiasa berkorban secara sukarela dalam mengawal kemajuan masyarakat. Mereka terus menunjukan semangat pantang menyerah untuk mengabdi pada masyarakat di tengah kehidupan mereka yang kian sulit. Kemajuan dan keberadaan peradaban bergantung pada keuletan serta kemampuan petani yang senantiasa berjuang untuk menghasilkan produk pangan terbaik bagi masyarakat.

Saat ini, masyarakat perlahan melupakan asal muasal makanan yang dinikmati dikarenakan ketidaktahuan dan ketidakpedulian mereka untuk mengapresiasi usaha dari petani. Makanan yang diperoleh secara seketika telah menghilangkan jejak kontribusi dari petani. Mereka menganggap makanan-makanan yang disajikan di atas meja seakan muncul dan ada begitu saja. Oleh sebab itu masyarakat terutama generasi muda perlu untuk merenungkan kembali dan mengapresiasi kontribusi dari petani yang kurang disadari.

Petani memiliki keberadaan yang sangat penting di dalam kehidupan masyarakat. Manusia akan terus berpindah dan peradaban manusia akan berjalan sangat lambat bila tidak ada yang memulai melakukan cocok tanam. Manusia tidak akan dapat bertahan lama tanpa adanya pasokan makanan, mereka juga tidak akan dapat meneruskan cita-cita dikarenakan terlalu lemah untuk melanjutkan hidup. Konsensus perdangan bebas gagal tercapai di Jenewa dikarenakan tidak adanya kesepakatan mengenai regulasi komoditas pertanian antara negara maju dengan negara berkembang. Petani adalah salah satu jawaban dari berbagai persoalan yang terjadi saat ini. Seringkali kita berpikir terlalu jauh serta meniadakan peran dan kontribusi mereka yang berjuang demi kehidupan orang banyak.

Masyarakat dapat mencapai kemajuan seperti saat ini berkat pengorbanan petani dalam menyediakan pasokan pangan yang berkualitas. Petani-petani tidak pernah membayangkan apa yang mereka lakukan sebagai suatu jasa. Mereka lebih senang menganggapnya sebagai suatu pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengabdian yang bermakna dan memberikan inspirasi bagi generasi saat ini. Oleh karena itu, generasi muda harus meneladani pengorbanan yang telah dilakukan petani dengan terus berjuang bagi masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Pengorbanan mereka adalah contoh nyata bagi masyarakat dalam meneruskan dan menghargai kehidupan.

Petani adalah sumber inspirasi yang telah meringankan kewajiban masyarakat untuk memenuhi tuntutan perut yang tiada henti. Mereka adalah sang perintis dalam peradaban yang menjadi penyambung perut dan pikiran masyarakat. Manusia yang terpenuhi kebutuhan pangannya dapat berpikir lebih baik dikarenakan mendapat pasokan energi yang cukup untuk berpikir. Pemikiran-pemikiran yang kreatif diperlukan untuk mempertahankan keberadaan manusia dan menjawab tantangan jaman. Petani adalah gambaran kebanggaan sejati, suatu contoh terbaik mengenai pengorbanan, perjuangan serta bagaimana menjadi bagian dari perkembangan dan kemajuan masyarakat. Petani memang bikin bangga!

* Dikirim untuk Lomba Esai DEPTAN RI Desember 2008.

Written by Raksa Ibrahim

Juni 1, 2009 pada 5:44 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: