IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

TARIF TELEKOMUNIKASI YANG MURAH DAN JASA LAYANAN ANTAR DI JATINANGOR. CATATAN MAHASISWA DENGAN PULSA MINIMALIS

leave a comment »


 

Kemajuan teknologi telekomunikasi yang canggih dan terjangkau perlahan mulai menjawab kebutuhan emosional manusia untuk berinteraksi. Teknologi telekomunikasi yang canggih dengan tarif murah telah memberikan keuntungan bagi masyarakat secara sosial dan ekonomi. Keuntungan ini dialami oleh masyarakat dan mahasiswa Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Masyarakat Jatinangor yang bergerak di bidang kuliner telah meningkatkan layanannya dengan menyediakan layanan antar kepada konsumen. Hal ini menjadi mungkin karena adanya telepon seluler dan tarif operator yang semakin murah.

            Tulisan ini merupakan opini mengenai perlunya menurunkan tarif telekomunikasi dan implikasinya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Suatu catatan tentang pemanfaatan turunnya tarif telekomunikasi oleh mahasiswa dan masyarakat di Jatinangor. Suatu usaha untuk memenuhi hak manusia dalam berkomunikasi dengan biaya yang terjangkau melalui penurunan tarif telekomunikasi.  

            Teknologi telekomunikasi yang mudah digunakan dan murah telah didambakan manusia sejak lama. Kemunculan telepon seluler di Indonesia telah memudahkan interaksi dan mendekatkan silaturahmi dengan kerabat ataupun sahabat bagi masyarakat republik ini. Kedekatan dan kemudahan ini dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia telah memiliki telepon seluler (ponsel) bahkan lebih dari satu ponsel. Masyarakat memiliki lebih dari dua ponsel dengan operator yang berbeda karena mendambakan tarif telekomunikasi yang murah untuk mendukung dan mempermudah aktivitasnya.

            Perusahaan-perusahaan operator seluler sudah menyadari bahwa masyarakat sangat menginginkan tarif yang murah. Keinginan masyarakat mendorong terjadinya perang tarif telekomunikasi antar operator yang saling mengklaim sebagai yang termurah. Persaingan ini menunjukan bahwa tarif telekomunikasi dapat dibuat murah dan terjangkau serta menandai era baru pemanfaatan turunnya biaya teknologi telekomunikasi bagi masyarakat.

             Seiring dengan menurunnya biaya telekomunikasi, hal ini dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung mata pencahariannya. Masyarakat yang bergerak di bidang kuliner di Jatinangor mulai memanfaatkanya dengan menyediakan layanan antar kepada konsumen. Warung makan, restoran, warung kopi dan kedai bubur menawarkan layanan antar kepada konsumennya. Dengan tarif telekomunikasi yang terjangkau masyarakat yang bergerak di bidang usaha kuliner skala kecil-menengah dapat memaksimalkan usaha dan pelayananya. Kini layanan antar tidak lagi didominasi oleh perusahaan besar cepat saji.

            Lalu, mengapa turunnya biaya telekomunikasi memiliki implikasi pada layanan antar yang ditawarkan oleh pengusaha kuliner di Jatinangor? Bukankah jasa layanan antar hanyalah strategi pemasaran untuk mendapatkan keuntungan. Pengusaha kuliner di Jatinangor tergolong dalam wiraswasta skala kecil-menengah dengan mayoritas target konsumen adalah mahasiswa. Mahasiswa yang mayoritas secara keuangan masih tergantung pada orang tua alias sangat terbatas juga mengalokasikan dana yang terbatas untuk membeli pulsa ponsel. Biaya telekomunikasi yang murah dari operator seluler memberikan pilihan bagi mahasiswa untuk memesan makanan dengan menggunakan jasa layanan antar. Hal ini berarti biaya telekomunikasi yang murah akan menghidupkan jasa layanan antar bagi pengusaha kuliner di Jatinangor. Biaya telekomunikasi yang murah juga secara ekonomi memberikan kehidupan bagi banyak keluarga di Jatinangor.

            Salah satu contoh dari berkembangnya jasa layanan antar di Jatinangor adalah kehadiran Tuadijalan. Tuadijalan adalah perusahaan jasa layanan antar yang mengorganisir pesanan dari anggotanya ke penjual makanan di Jatinangor sekaligus mengantarkannya ke tempat pemesan. Kegiatan yang dilakukan Tuadijalan serupa dengan yang dilakukan Tora Sudiro di film Quicky Express hanya saja mereka mengantarkan makanan. Hal ini menunjukan jasa layanan pengantaran makanan memiliki potensi ekonomi yang besar bagi para pengusaha kuliner khususnya dan masyarakat di Jatinangor umumnya.

            Jasa layanan antar yang hadir di Jatinangor memberikan warna tersendiri bagi mahasiswa yang menetap sementara di sana. Kehadiran jasa layanan antar memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang enggan keluar mencari makan karena sibuk dengan tugas, berpacaran, sakit ataupun cuaca yang kurang bersahabat untuk mendapatkan makanan. Bahkan selarut apa pun, beberapa warung makan dan warung kopi 24 jam akan melayani para pemesan. Mereka akan mengantarkan pesanan meski hanya memesan satu jenis makanan. Terlebih mereka juga tidak mengenakan tambahan biaya layanan antar, sangat menyenangkan.

            Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman kehadiran jasa layanan antar makanan di Jatinangor sangatlah membantu. Terutama ketika mengerjakan tugas kelompok dan mengadakan nonton bareng sepak bola di kosan teman. Makanan yang diantarkan semakin menghangatkan suasana dan terkadang memberikan inspirasi dalam menyelesaikan tugas. Layanan ekstra ini memberikan nilai tambah bagi penjual makanan dan menjawab keinginan mahasiswa yang selalu kelaparan. Hal seperti ini hanya bisa terjadi bila memiliki pulsa di ponsel dan didukung biaya telekomunikasi yang murah.

            Saya meyakini bahwa turunnya tarif telekomunikasi dapat memberikan implikasi yang luas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Satu kebaikan seperti upaya menurunkan tarif telekomunikasi mengarah pada puluhan kebaikan lainnya. Tarif operator seluler yang terjangkau dan murah dapat memicu berbagai hal positif secara sosial maupun ekonomi. Turunnya tarif telekomunikasi hingga dapat dijangkau masyarakat dapat mengurangi kesenjangan sosial dan kemiskinan secara parsial. Tarif telekomunikasi yang murah memiliki potensi yang dapat memberikan kehidupan bagi banyak orang.   

Catatan dari Jatinangor adalah contoh kecil mengenai pemanfaatan tarif telekomunikasi yang semakin terjangkau di Indonesia. Tarif telekomunikasi yang semakin murah sangat dinantikan oleh masyarakat untuk saling berbagi cerita dan rezeki di tengah kehidupan yang semakin rumit ini. Demikianlah catatan mahasiswa dengan pulsa minimalis mewakili jeritan masyarakat yang menginginkan penurunan tarif telekomunikasi. Terakhir, tarif murah janganlah hanya dijadikan slogan kosong dengan tanda asterik berujar syarat dan ketentuan berlaku tetapi sesuatu yang layak diperjuangkan dan diwujudkan.

           

           

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Written by Raksa Ibrahim

Desember 22, 2008 pada 4:43 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: