IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

ISU PALESTINA DALAM COMIC JOURNALISM

with 3 comments



Dalam suatu kesempatan diskusi mengenai Timur Tengah, sang pembicara bertanya mengenai hal yang terlintas di pikiran para peserta ketika berbicara mengenai Timur Tengah terutama Palestina. Bukan sesuatu yang aneh jawaban yang keluar dari mayoritas peserta adalah konflik. Beberapa menjawab tari perut (belly dancing), sorban, dan Unta. Namun, semuanya hanya terdengar sebagai sebuah hiburan. Palestina telah menjadi acuan bagi konsep abstrak mengenai konflik.

Konflik menjadi sebuah kenyataan hidup yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Palestina. Penindasan demi penindasan terus dialami, perseteruan antar faksi, serta yang terbaru serangan Israel ke Jalur Gaza. Lalu adakah harapan bagi masyarakat Palestina? Mereka yang semakin tertindas, terpinggirkan, dan diacuhkan. Perdamaian bagi rakyat Palestina dan Israel hanya menjadi komoditas politik yang telah dikomersialisasi. Lalu, dapatkah kita melihat Palestina secara berbeda? Melalui media yang mengambarkan kenyataan yang dapat kita pelajari secara seksama.

Tulisan ini merupakan review dari komik Palestine oleh Joe Sacco. Untuk melihat kenyataan yang dihadapi masyarakat Palestina dan mempelajari beberapa detail mengenai Palestina. Suatu usaha dalam menghadirkan pemahaman dan informasi bagi khalayak mengenai isu global klasik yaitu Palestina dengan menggunakan media komik. Selanjutnya, saya akan mereview sedikit hal-hal yang menarik di dalam komik ini dalam beberapa cara.

Comic journalism
Komik Palestinemerupakan salah satu penerus tradisi komik politik. Yang digunakan oleh beberapa orang yang tertarik untuk mengeksplorasi dan memvisualisasikan isu-isu politik menggunakan komik. Berbeda dengan komik strip politik yang hadir secara mingguan dan menggunakan metafora dalam penyampaian dan penggambaran tokohnya. Sacco mengambarkan isu-isu yang menyangkut Palestina secara nyata lengkap dengan detailnya. Serta dirangkai dengan seksama, dikemas dan dicetak dalam bentuk buku. Sehingga masuk ke dalam kategori buku berkatalog, atau di Amerika Serikat (A.S) sering disebut dengan comic books dan graphic novel.

Terlepas dari penamaan dan pengkategorian komik yang masih diperdebatkan. Sacco menyebut Palestine sebagai jurnalisme komik/gambar (comic journalism). Comic journalism mengacu pada penyampaian informasi kepada khalayak melalui media komik dimana informasi tersebut secara interaktif divisualisasikan dan disertai sedikit teks sebagai penjelas narasi. Sehingga melalui kombinasi gambar dan narasi teks menghadirkan informasi yang mudah dicerna dan dinikmati. Suatu gaya penuturan yang baru dalam dunia jurnalisme dan mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat.

Palestine berisi visualisasi keadaan nyata masyarakat Palestine yang diobeservasi secara seksama oleh Sacco. Dimana Sacco menuangkan pengalaman-pengalaman selama ia menjalankan tugas jurnalistik di Palestina dalam bentuk komik. Dengan menjelajahi wilayah-wilayah Palestina seperti Gaza, Jerusalem, Nablus, Ramallah, dan Tepi Barat. Ia melakukan wawancara dengan beberapa warga, dan mendengarkan cerita penderitaan mereka di bawah pendudukan. Lalu, secara seksama hal-hal umum ia laporkan dalam sebuah karya jurnalistik. Sedangkan Palestine merupakan kumpulan detail hal-hal kecil ke umum dari pengalaman Sacco. Yang menjadi rangkaian informasi yang mengabungkan hard news, feature, dan in-depth reporting secara bersamaan.

Palestine: Isu politik dunia dalam komik

Palestine merupakan suatu media dimana isu-isu politik dunia dihadirkan secara visual, diam, dan berkelanjutan. Sebagai usaha alternatif dari Sacco dalam memberikan informasi mengenai konflik Palestina-Israel yang telah menjadi isu global. Namun, hingga saat ini belum ditemukan solusi. Seiring dengan hal itu penindasan masih terus berlangsung dengan jumlah korban yang terus bertambah.

Konflik Palestina-Israel telah tereskalasi menjadi sebuah lingkaran setan. Penindasan yang terus berlangsung memunculkan kesengsaraan rakyat Palestina dalam mengahadapi kehidupan sehari-hari. Keadaan yang diakibatkan oleh konflik inilah yang berusaha dipaparkan oleh Sacco. Suatu kenyataan yang dikemas secara berbeda. Yang melibatkan pertemuan-pertemuan Sacco dengan sejumlah rakyat Palestina, sepanjang ia menjalankan tugasnya. Baik di Palestina maupun di Israel.

Komik ini berusaha untuk menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat dan komunitas internasional terhadap Palestina. Mereka yang selama ini meneriakan kebebasan dan demokrasi. Namun, seakan menutup mata terhadap pendudukan Israel atas Palestina. Keadaan rakyat Palestina yang semakin terpuruk akibat konflik terus berlanjut.

Setidaknya, Sacco bermaksud untuk memberikan informasi yang berimbang mengenai konflik Palestina-Israel. Dimana, selama ini pemberitaan mengenai konflik tersebut sering berat sebelah dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.2 Salah satu penyebabnya adalah dikuasainya saham-saham industri media di A.S oleh Yahudi. Juga adanya ketimpangan arus informasi antara Utara-Selatan.3 Sehingga menyebabkan informasi mengenai konflik Palestina-Israel tidak pernah diterima secara utuh.

Upaya menghadirkan isu-isu politik dunia melalui komik (dalam hal ini mengenai Palestina) merupakan suatu terobosan yang layak untuk diapresiasi. Dikarenakan kemampuannya memberikan informasi dengan lebih jelas serta perlahan. Hal ini memberikan efek ganda bagi pembacanya, yang secara bersamaan memperoleh informasi mengenai Palestina sekaligus mendapat hiburan melalui gambar-gambar yang memvisualisasikan keadaan di Palestina. Yang juga disertai beberapa humor.

Media pembelajaran
Palestine dari Sacco merupakan suatu media pembelajaran alternatif yang sangat brilian. Dikarenakan memberikan suatu terobosan bagi khalayak dalam mencari informasi mengenai isu politik dunia dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga sumber informasi yang tersedia di masyarakat semakin beragam.

Melalui komik Palestine pembaca diajak serta untuk melihat kehidupan dan kebiasaan masyarakat Palestine di tengah penderitaannya. Sebagaimana yang dialami oleh Sacco, yang secara perlahan mencoba memahami budaya dan masyarakat Palestina dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Melalui hal tersebut tentunya pembaca juga dapat merasakan pengalaman Sacco selama berada di Palestina. Mulai dari kebiasaan orang Palestina menyuguhkan teh, kegandrungan terhadap Umi Kulsum, hingga kehadiran film Hollywood yang dibintangi oleh Chuck Norris. Yang kesemuanya merupakan pernak-pernik menarik yang menemani kehidupan masyarakat Palestina.

Hal-hal yang terekam dan dihadirkan secara visual dalam komik ini dapat dijadikan suatu media pembelajaran yang menarik. Terutama detail dan sub tema yang digambarkan dalam komik ini dapat dikaji lebih mendalam. Terutama dengan melihat komik ini dari beberapa sisi yang berbeda. Serta menggunakan alat analisis yang sesuai dengan harapan dan tujuan yang diinginkan.

Penutup
Kehadiran Palestine merupakan perwujudan komunikasi internasional yang baik. Dimana, Sacco dalam Palestine berusaha membagi (share) pengalamannya selama di Palestina. Sebagai upaya untuk memberikan informasi alternatif bagi khalayak. Dengan menghadirkan isu politik dunia ke dalam wujud yang lebih dapat dinikmati dan disederhanakan. Sehingga, ditengah keterbatasan dan perbedaan yang terdapat di tengah masyarakat. Penggabungan antara visualisasi dan narasi dalam komik dapat sedikit dan perlahan meretas perbedaan dan keterbatasan dalam berkomunikasi.

 

Written by Raksa Ibrahim

Maret 17, 2008 pada 1:16 am

Ditulis dalam Uncategorized

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah…ardi juga punya komiknya tuh, beli di bawah gramedia bandung..lagi “sale”..
    sama ga belinya??..

    ardi HI unpad

    Juli 17, 2008 at 5:21 am

  2. komik jurnaistik, seperti genre jurnalistik yang lain, menimbulkan perdebatan di ranah obyektivitas. Tapi, idena itulah yang penting. Semangat mengabarkn informasi pada khalayak itu yang kudu diacungi jempol. he”

    salam kenal

    b4

    komikb4

    Januari 25, 2009 at 2:08 am

  3. Salam kenal juga bwt komikb4!!
    Empat jempol bwt Sacco dan komiknya.

    nuibra

    Januari 25, 2009 at 6:48 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: