IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

Kopi Joss

leave a comment »


coffee_god.gifSebulan yang lalu saya berkujung ke kota gudeg, Jogjakarta. Bersama dengan seorang teman yang akan menjadi pembicara mengenai nuklir dan kemanan. Acaranya sendiri berjalan sukses, tanpa hambatan. Sesuatu yang tak terlupakan adalah ketika kami diajak untuk mencicipi kopi. Apa sih yang istimewa dari kopi? Namun, saya penasaran setelah seharian mengelilingi kota dengan sepeda motor. Keunikan apa lagi yang akan saya temui.

Kopi Joss atau Kopi Tugu disebut demikian karena lokasi penjualannya yang terletak dekat Statsiun Jogjakarta yang ada tugunya (tugunya sih jauh). Berbeda sekali dengan kopi-kopi yang pernah saya lihat atau cicipi sebelumnya. Starbucks, Embargo, mah lewat. Selain harganya yang sangat murah, segelasnya hanya Rp.1500. Kopi Joss hanyalah kopi hitam yang teracik dengan apik serta disajikan dengan mencelupkan areng ke dalamnya.

Perasaan takjub dan penasaran terasa ketika segelas kopi disuguhkan. Saya hanya melongo dan mangap, berpikir bagaimana cara minum kopi ini, aman ngak yah buat tubuh. Arengnya bener-bener dicelupin, membua asapnya meniup menggairahkan. Sambil sok cool saya pura-pura meniup kopi.

Setelah dua hingga tiga menit dilanda kehampaan, kopi pun langsung saya srupuut. Wuihh, gila bener rasanya manis pas. Benar-benar tidak disangka kopi dicampur arang, rasanya manis dan beda dari yang lain. Ternyata arangnya berfungsi sebagai filter yang menyerap ampas-ampas kopi. Serta semakin lama arang pun mengecil, serta mengeluarkan bau eksotis yang wangi.

Acara minum kopi ini mengingatkan saya pada Filosofi Kopinya Dewi Lestari. Suatu pengembaraan mencari kenikmatan cita rasa (kopi). Sayangnya saya tidak membawa serta novel tersebut. Menurut saya akan sangat pas di baca untuk melengkapi kenikmatan Kopi Joss. Namun apa lacur, hal tersebut tidak menyurutkan hasrat saya untuk sedikit berfilsafat dengan disertai gorengan (auuuww).

Arang dan kopi hitam yang belum pernah diperhitungkan ternyata dapat memberikan warna tersendiri dalam suatu cita rasa. Memberikan kehangatan, kenikmatan, di setiap malam yang telah lelah dengan segala carut-marutnya dunia. Serta belum terkomersialisasi dan terkomodifikasi, hanya dibuat untuk dibagi dan dinikmati. Dengan harga yang terjangkau yang tidak merugikan.

Kopi Joss merupakan pemanis yang memperkenalkan kedalaman dan ketakjuban lain di bumi nusantara yang masih belum terjamah. Kenikmatanya yang diperoleh dari ketulusan, keterbukaan, dan kehangatan yang terjalin antara peracik, penikmat, dan kopi itu sendiri. Sesuatu yang perlahan mulai hilang dari masyarakat di Indonesia.

maknyuss tenan mas!!!

Written by Raksa Ibrahim

November 4, 2007 pada 1:03 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: