IBRAHIMSCRIPT

Raksa Ibrahim-write to protect the unwritten

merdeka dari ikut-ikutan

leave a comment »


Negara Indonesia telah menapaki umur yang ke 62 pada 17 Agustus 2007. Hingga saat ini (sebagaian kecil) rakyat Indonesia masih dapat merasakan kemerdekaan yang diperoleh 62 tahun yang lalu. Terutama generasi muda yang tinggal dan menuntut ilmu di universitas yang terdapat di kota-kota besar di Indonesia alias mahasiswa. Mereka dapat belajar dengan tenang dengan fasilitas yang memadai. Menyuarakan pikirannya dengan lebih terbuka.

Seiring dengan itu pula budaya-budaya asing mulai memasuki dan mempengaruhi gaya hidup dan pemikiran masyarakat. Sangat berbeda dengan yang terjadi di masa lalu. Tetangga saya yang bekas pejuang menasehati saya, “kamu jangan suka ngikutin budaya Amerika (barat) ada yang kurang bagus.” Tanpa merinci apa saja yang kurang bagus. Ia lanjut menceritakan pengalamannya mengikuti perang kemerdekaan, “Saya ikut teman dan saudara yang lebih dahulu berjuang melawan Jepang dan Belanda.” Saya yang masih SMP senang dan nasionalisme dalam diri pun terpacu setelah mendengar ceritanya. Rasanya saya ingin ikut berjuang juga, saya pikir enak kali ya nembakin penjajah.

Begitulah orang Indonesia sangat mudah dipengaruhi oleh tren dan cerita dengan tingkat emosional tinggi serta sesuatu yang menggiurkan. Orang lain begini ikut-ikutan begitu. Waktu saya SMP aliran musik SKA lagi in, wah saya juga langsung ikut-ikutan, pake baju hawaii sambil joget pogo. Angin tren musik terus berganti ke Hip Metal, lagi-lagi saya ikut-ikutan. Lalu ada britpop dengan model rambut belah pinggir berponi, yah mulai males ikut-ikutan. Terakhir, skin-head dengan celana jeans super ketat, kalau ini mah kagak nahan (gak bisa napas si Otong). Membuat saya makin males ikut-ikutan tren.

Jika mengingat masa lalu rasanya lucu dan aneh juga, melulu ikut-ikutan tren. Tanpa ada alasan yang jelas. Serasa ada di bawah sadar untuk mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Saya pikir, yah namanya juga anak muda. Tapi, banyak juga yang tua sering ikut-ikutan, contoh anggota DPR yang pengen punya laptop kayak Tukul.

Memasuki jenjang perkuliahan di Universitas, makin terlihat banyak orang yang suka ikut-ikutan. Mulai dari gaya hidup, cara bernampilan hingga urusan akademik. Misal gaya rambut mohawk gaul ala Junot yang ngetren banget sampai yang terbaru potongan rambut Dian Sastro. Satu orang mengajukan judul skripsi yang lain ikut-ikutan, membuat transkrip nilai, mengajukan beasiswa, mengikuti pelatihan, lagi-lagi ikut-ikutan.

Tetapi, contoh ikut-ikutan terkocak ada pada daftar judul makalah untuk mata kuliah Terorisme Internasional, satu orang menulis Bom Bali 1 di bawahnya menulis Bom Bali 2, lalu diikuti dengan bom-bom yang lain, bom Spanyol, bom McD, bom di Kedubes Flipina, bom-bastis, bom-bom car, dll. Tentunya masih banyak bom-bom lain yang akan muncul di Indonesia (jangan sampe deh).

Entah sampai kapan budaya ikut-ikutan ini akan berlangsung. Saya jadi ingat dialog di Film Devils Wears Prada, ketika Amanda Priestly bilang, “if you want this life choices are necessary.” Pilihan sangat berpengaruh dalam kebahagiaan hidup kita. Dengan kemerdekaan yang telah kita raih sudah seharusnya pilihan yang ditawarkan akan makin banyak. Hal itulah yang diperjuangkan oleh para pahlawan demi rakyat Indonesia di masa kini.

Tentu kita memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang kita suka, mengatakan apa yang layak di dengar, menulis sesuatu yang tidak penting, dan membenci apa yang tidak disukai. Namun, hal tersebut janganlah diartikan secara sempit dan di luar konteks. Sehingga kita justru kehilangan kesadaran dan membatasi pilihan-pilihan yang ada. Bahkan seharusnya kita berjuang untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang sering terlupakan dan terpinggirkan.

Written by Raksa Ibrahim

Oktober 15, 2007 pada 12:59 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: